Sosial Media dan Ironinya: #BebaskanAnandaBadudu dan #BebaskanDandhy

EFcAVspU4AEBCsz
pic @byputy

Jumat Pagi publik dikagetkan dengan adanya dua sosok yang kerap muncul di sosial media twitter diperiksa polisi untuk dimintai keterangan terkait dengan aksi yang mereka lakukan di akun masing-masing. Jika Dandhy Laksono sering angkat suara untuk papua sedangkan Ananda Badudu melalui twitnya aktif untuk menggalang bantuan bagi aksi mahasiswa beberapa hari yang lalu.

Nasib keduanya sama-sama digelandang namun status lah yang akhirnya membedakan. Dandhy Laksono dikeluarkan dari kantor polisi namun statusnya menjadi tersangka dalam kasus penyebaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan. Berbeda halnya dengan Dandhy, Ananda yang digelandang pukul 04.30 diperiksa terkait penyaluran bantuan untuk aksi demo mahasiswa penolakan sejumlah RUU bermasalah dan akhirnya dinyatakan bebas tidak bersalah.Continue reading “Sosial Media dan Ironinya: #BebaskanAnandaBadudu dan #BebaskanDandhy”

Body Shaming..Huh!

Body-Shaming1Body-Shaming1

Beberapa waktu yang lalu saya pernah sekamar dengan seorang putri kecantikan dari Sumatera Utara, dia pun ternyata juga pernah menyabet gelar Miss ASEAN Friendship 2017. Sungguh luar biasa..

Nah citra seorang putri kecantikan yang anggun, hemat bicara, dan embel-embel lainnya yang tertanam di otak saya lebur sudah ketika saya berhadapan dengan si Putri ini (hmm namanya memang benar-benar Putri ya). Jadi dia ini benar-benar sosok yang humble, gak sombong sama sekali, kalau ngomong mirip banget sama mamak beti, dan sebagai sosok putri dengan begitu banyak gelar yang didapatnya, dia yang saya kira harus memakai amenities merk ternama, lah tiba-tiba bilang ke saya:

”ima bagi shampo dong.” (kami sama-sama angkatan 2012 waktu kuliah ternyata jadi makin nyaman ngobrolnya..)

Pusing lah saya mana mau dia ini pakai shampo dari pouch airy yang saya bawa karena sangat ringkas dan mudah di bawa ke  mana-mana (bukan sponsor ) karena sepengalaman teman-teman saya yang mengikuti kegiatan serupa sangat high maintenance sekali lah mereka ini wkwk.

“adanya shampo airy nih put.”

“ah bebas aku shampo apa aja.”

Nyoh ambil-ambil put wkwk

Suatu saat dia tiba-tiba bilang ke saya.

“Pusing lah aku ini banyak kali dm sama komen di instagram nanya aku gendutan, pipiku chubby, dann lainnya.”

Dia pun meneruskan celotehnya, saya mencoba mendengarnya dengan seksama bagaimana ratu kecantikan ini berkeluh kesah perihal body shaming yang dialaminya. Bagi kalian yang melihat langsung si putri ini akan langsung mengernyitkan dahi kalau dia bilang gendut.

Putri, dengan follower puluhan ribuannya dan gelar ratu kecantikannya sangat sering mengalami body shaming. Bagi kalian yang menganggap bahwa ini hal sepele atau berfikir bahwa “duh imama sensitif amat, selo kali ma..”

Tunggu..

Kalau yang mengatakan itu teman dekat yang sering sekali bertemu saya akan menganggapnya wajar dan tidak akan ambil pusing tapi kalau orang yang frekuensi bertemunya sangat jarang, boleh dibilang hanya dalam hitungan jari saja dalam setahun, “wah ada yang gak beres sama orang ini..”

Kalau kalian membaca buku Impressed karya istrinya Ernest di sana kalian akan sangat mengerti bagaimana seorang wanita sangat sering mengalami body shaming ini.

Ada begitu banyak kasus serupa yang terjadi pada saya, putri, dan Mbak Meira istrinya Ernest. Memang apa yang sudah kita posting di sosial media akan menjadi konsumsi publik. Netizen yang suka sekali mengomentari bentuk badan kita ini berlindung di balik kata-kata “bebas lah aku komentar apa kan udah di sosial media.” Hey hey tidak kah kalian belajar etika?

Saya yang beberapa kali mengalami body shaming makin ke sini makin bisa mengontrol emosi, kalau dulu saya kesal dan sifat saya yang over thinker memperparah hal tersebut saat ini sudah lebih bisa mengendalikannya, meskipun ya kadang-kadang masih kesal-kesal sedikit, wajar doong haha. Saya banyak belajar dari buku Impressed tentang bagaimana menerima keadaan tubuh yang ya gimana ya sudah diberi seperti ini oleh Allah, sehat aja saya sudah harus sangat sangat bersyukur. Dan satu lagi prinsip saya, kalau saya memang tidak nyaman dengan keadaan badan yang misal mulai susah gerak karena berat badan yang terus menerus naik, saya harus berubah untuk alasan diri sendiri bukan dari gara-gara komentar netyzen atau orang lain..

Si Mbak Meira yang banyak sekali dikomentari perihal pilihannya memotong pendek rambutnya, “Kalau mau rambut panjang boleh, asal dilakukan untuk diri sendiri dan atas keinginan sendiri, bukan untuk memuaskan orang lain. Kalau untuk orang lain, itulah yang salah.”

Kalau kata teman sekamar saya saat di Cirebon ini yang saya ceritakan soal body shaming yang terjadi  di masa kini dia pun berkomentar,”It’s not about me, it’s about you and all your words. Iri aja kali dia..”

Terakhir, mengutip dari bukunya Mbak Meira..

Daripada terlalu fokus pada kesempurnaan orang lain yang sering kita lihat, mendingan kita fokus untuk menjadi sempurna bagi diri kita sendiri.

Semangat sobat-sobatque yang pernah mengalami body shaming..

Pencari batu

Suatu hari di tepi laut Kolbano angin bertiup sejuk. Daun Lontar meliuk-liuk pelan. Aroma asin laut menusuk hidung. Sudah dua jam saya menunggu seorang teman yang berjalan di atas bebatuan pantai. Panasnya Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak membuatnya menghentikan aktivitas konyolnya, mengambil foto batu yang ia anggap menarik.

“Jauh-jauh ke sini kau cuma memfoto batu-batu ini?”

Saya setengah berteriak mencoba mengajaknya mengobrol karena saya sendiri enggan meninggalkan kursi kayu di bawah pepohonan perdu.

Ia tidak mendengar setengah teriakan saya tadi dan tetap melakukan aktivitas berfotonya.

Anjing kampung berwarna cokelat pucat berjalan mengitari kursi kayu yang saya duduki sambil mengendus-ngendus, mungkin berharap ada sedikit sisa makanan dari bekal yang saya bawa. Setelah beberapa kali memutari kursi sepertinya anjing kampung tadi tidak menemukan apa yang ia cari dan akhirnya pergi.

Tiba-tiba dia mendekat dengan membawa segenggam batu. Seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya ia letakkkan batu di kepalan tangannya sendiri dan mulai berkata panjang lebar tentang batu-batu yang ia temui. Saya mendengarkan dengan sedikit mengantuk, efek angin pantai, perut kenyang, dan perjalanan jauh dari pusat kota.

“Kamu tau kenapa batu di sini istimewa?”

“Tau, karena batu-batu ini dibawa ke Jawa sebagai penghias taman.”

“Sedih ya, diambil penambang habis-habisan, lama kelamaan bisa hilang batu-batu dari pantai ini.”

“Mungkin di bawah laut Kolbano ini ada pabrik batu, jadi bisa berproduksi terus, jangan khawatir, tenang.”

Ia tidak menyahut dan menganggap lalu apa yang saya utarakan tentang pabrik batu yang memang terdengar sangat konyol.

“Kamu tau kenapa penambang terus berdatangan tanpa mempedulikan wisatawan?”

“Kenapa? karena uang kan?”

“Selain itu?”

“Tidak ada tempat lain selain di sini.”

“Kata siapa?”

“Google.”

“Bukan yahoo? Kau masih pakai itu kan?”

Alamak orang ini sengaja mengatai tentang hal-hal yang sering saya lakukan dengan tools-tools jadul.

“Jadi gimana batunya? Udah nemu ?” Saya pun berusaha membelokkan arah pembicaraan.

” Tau gak kenapa aku sering nemu batu-batu unik pas di pantai ?”

“Kenapa balik nanya, jawab dulu yang tadi.”

“Jawab dulu pertanyaanku.”

“Hmm karena hoki? karena sesuai bidang ilmu kuliah?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Kayak kata penulis favoritmu tuh, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan.”

Tanpa sempat saya bertanya lebih jauh ia pergi ke arah pantai lagi, meninggalkan saya denga pertanyaan-pertanyaan di kepala.

 

 

#imaginarydialogue

 

“Hadap Kiri….GRAK!”

Kemarin sore saat saya pulang, seperti biasanya saya melewati deretan unit marketing, lalu lobby dan keluar lewat pintu utama kantor. Bau wangi tanaman rempah menyeruak ke dalam hidung. Seperti bau jamu tapi ya mana ada orang jual jamu sore-sore. Ternyata ada tumbuhan yang ditata rapi di depan lift dan inilah yang menjadi sumber bau.

Tapi inti cerita ini bukan di bau tanaman jamu tadi. Jadi saat saya keluar dari kantor ada dua barisan orang di dekat meriam dan banyak sekali jumlahnya. Seperti mau apel karena barisannya sudah rapi tinggal menunggu instruksi selanjutya. Mereka memakai seragam warna merah seperti biasanya dan saya terus melenggang pergi ke arah kanan kantor.

Tiba-tiba ada suara teriakan,”Hadap Kiri GRAAK!!”

Lah mendengar teriakan itu otomatis saya langsung berhenti dan melihat ke arah mereka dan ternyata olala~ tak lama kemudian di depan saya ada seorang wanita cantik dengan gaun merah menjuntai lantai. Seorang wanita lain terlihat memegangi sisi belakang gaun. Wanita tersebut sepertinya tak memerdulikan tatapan puluhan pasang mata pria yang berbaris dan terus berjalan setengah tergopoh-gopoh masuk kantor.

Suara cekikian terdengar dari barisan, oh la la~ dasar manusia wkwk

“Sudah ada jalannya..”

pexels-photo-1006134.jpeg
Pada suatu hari di perjalanan menuju rumah, saya mengobrol dengan teman saya untuk mengusir kebosanan.  Sebagai manusia yang sedang mengalami “quarter-life-crisis” topik obrolanpun tak jauh dari pekerjaan, mimpi, dan ekspektasi yang belum bisa terwujud.

“Hidup kita memang sudah ada jalannya ya, aku gak pernah mikir loh bakal kerja di bidang IT sebagai programmer padahal dulu pas kuliah aku buang jauh-jauh kata programmer dari list pekerjaan. Tapi sekarang malah jadi kuli kode.”

Teman saya belum menimpali, saya terus berceloteh.

“Dulu pengennya kerja bidang A, tapi banyak banget hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Bisa banget aku milih bidang A ini bahkan gak perlu ribet tes ini lah itu lah, tapi ya hidup gak segampang itu. Oi ngomong dong haha.”

Teman yang duduk di samping saya kemudian mengiyakan. Sebagai pendengar keluh kesah masa-masa quarter-life-crisis saya, entah dia sepertinya sudah bosan mendengar saya yang tidak bisa mengambil pekerjaan yang saya impikan, dia terus mendengar dan sesekali menimpali.

“Padahal kan kita dulu kuliah mulainya bareng, berangkat dari nol semua, tapi sekarang ada yang kerja di A, B, C dan ada yang meninggal juga. Hidup benar-benar sudah ada jalannya, sudah ada yang mengatur..”

Seketika saya diam mendengar kata-kata meninggal dan teringat saat saya takziah ke rumah kawan ukm voli saya yang meninggal karena kecelakaan beberapa saat yang lalu.

Hidup memang sudah ada jalannya masing-masing, sekeras apapun berusaha kalau memang belum waktunya untuk sesuatu hal, ya mau bagaimana lagi, nikmati dan jalani dengan ikhlas saja 🙂

–Ditulis saat sedang mencari “bug” yang belum juga ditemukan dari 15 menit yang lalu–

Belajar dari Interstellar

Hikmah terbesar setelah saya menonton film Interstellar adalah kesadaran bahwa saya ini keciiil banget banget banget di alam semesta. Meskipun banyak sekali film serupa Interstellar tapi ndak tau kenapa film ini yang paling menyadarkan saya untuk tidak sombong. Maluu pol kalau mau sombong di alam semesta ini:(

giphy

Postingan ini ya memang segini aja hehe intinya salah satu film favorit saya ya Interstellar ini eh ada lagi sama The Secret Life of Walter Mitty, Top!!!

Kalau film favoritmu apa?

 
ps: setelah tumblr ditutup (gak masuk akal alasan kominfo nutup tumblr padahal di sana saya ngeblog dari zaman sma) saya bakal pindah ke wordpress ini. See you next post! (ingetin saya kalau khilaf sombong ya ._.)

6 Tahap Mudah Mengatasi Brightness Tidak Berfungsi di Windows 8

 

Sejak kemarin entah mengapa brightness laptop saya tiba-tiba berada di tingkat paling maksimum tidak bisa diatur di tingkat biasanya saya gunakan. Menyebalkan ? Sangatt : ((

Sejujurnya saya tidak menyukai layar yang begitu terang, kalau di dalam ruangan paling maksimal hanya dua bar saja, selain mata saya yang entah mengapa begitu tak nyaman dengan layar terang mungkin efek mata saya yang minus dan silinder, baterai laptop yang berada di penerangan minimum juga akan hematt.

Oleh karena hal tersebut saya jadi malas buka laptop padahal tugas kuliah dan TA sudah meronta-ronta minta segera diselesaikan. Akhirnya tadi pagi saya mencoba untuk mencari tutorial di internet untuk mengatasi hal tersebut.

Dan dari hasil pencarian di internet permasalahan yang saya hadapi kemungkinan adalah driver vga saya mengalami masalah(ya iyalaah haha). Oke permasalahan sudah ditemukan selanjutnya mari mulai ikuti beberapa tutorial. Inilah cara yang saya lakukan yaitu dengan me-restart driver. (Sebelumnya saya sudah mencari pada control panel tapi pilihan untuk mengubah brightness tidak berfungsi 😦 )

1. Klik kanan pada ikon windows atau tekan secara bersamaan tombol windows di keyboard + ‘X’. Nanti akan muncul jendela.

1

2. Lalu pilih Device Manager

3. Pada display adapters (kalau saya Intel(R) HD Graphics 4000, klik kanan, pilih update driver software, dan pilih lagi browse my computer for driver software.

2

3

4. Klik pada Let me pick from a list device drivers on my computer.

4

5. Pilih Microsoft Basic Display Adapter, lalu klik next.

5

6. Selanjutnya restart laptop atau komputer.

Nah selanjutnya tampilan akan kembali pada tampilan dasar windows dengan font yang begitu kaku haha. Hiraukan saja, lalu ulangi langkah langkah di atas tapi pilih driver vga laptop kalian, kalau saya memilih Intel(R) HD Graphics 4000 lalu ketika saya klik next maka kecerahan laptop saya tiba-tiba meredup. Alhamdulillah 😀

Sebenarnya kalau dari sumber tidak perlu di restart ketika selesai melakukan tahap kelima langsung saja mengulangi langkah dengan memilih driver yang berbeda namun karena saya baru melihat tutorial terebut dan sebelumnya melihat tutorial yang lain jadinya saya me-restart dulu. Tidak masalah kok sebenarnya, perbedaannya hanya waktunya saja yang menjadi lebih lama.

Sekian pengalaman saya, semoga bermanfaat yaa 😀

 

 

Sumber:

https://tutorplusplus.blogspot.co.id/2016/06/mengatasi-brightness-kecerahan-tidak-berfungsi-di-windows-8-8.1-10.html

Sumber foto:

.reuters.com

Mind Map Mengenal Cloud Computing

Berkaitan dengan tugas pertama saya untuk meringkas dari paper, jadi saya itu bingung jujur mau meringkas bagaimana karena kalau dijadikan poin-poin juga sepertinya sangat banyak, jadi saya meringkasnya dengan mind map satu lembar.

Jadi begini ringkasan saya:

 

imalavins

Jelas gak yaa gambarnya semoga bisa dibaca ya! hehe jadi gambar diatas adalah beberapa hal yang berkaitan dengan Cloud Computing, nanti di postingan selanjutnya saya jelaskan beberapa poin-poinnya yaa 😀

Oh iya sumber papernya di sini: Sumber Paper

Semoga bermanfaat ya!

Apakah Cloud Computing itu?

Sudah lama saya tidak update postingan di blog saya yang berisi kumpulan tugas ini, jadi karena saya masuk di semester baru sekaligus semester akhir jadi saya mau menulis beberapa hal tentang tugas kuliah saya.

Cloud Computing adalah mata kuliah baru di perkuliahan saya dan di awal kuliah kemarin saya sudah mendapatkan tugas untuk membaca salah satu paper dan meringkasnya agar dapat lebih mengerti kembali tentang Cloud Computing yang sudah dijelaskan pembukaannya oleh dosen.

Baiklah topik utama dari postingan ini adalah mengenal Cloud Computing.

Apakah Cloud Computing itu? Saya beri analoginya yaa..

Tentu kita semua adalah para pemakai listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik, yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN, dan kita tinggal bayar biaya listrik berdasarkan jumlah penggunaan kita tiap bulan. Saat kita butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misalnya ada acara pernikahanan), kita tinggal pergi ke PLN untuk tambah daya, dan suatu saat nanti ketika ingin turun daya lagi, kita tinggal bilang juga ke PLN. Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini sifatnya elastis dan bisa dilakukan segera.

Ketika memakai layanan listrik dari PLN, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik kita, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Intinya kita cukup tahu bahwa kita bisa menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulan, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita berdasarkan level layanan mereka.

Analogi PLN diatas, adalah sedikit gambaran Cloud Computing, dimana Cloud Computing ini bertugas untuk memberikan layanan dan kita adalah user/pemakai dari layanan tersebut. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka (penyedia layananan Cloud Computing) menyedikan layanan tersebut, yang penting ialah mereka bisa memberikan standar layanan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk biaya layanan kita tinggal bayar berdasarkan pemakaian. Saat kita butuh tambahan layanan, kita bisa meminta segera penambahan layanan tersebut, dan juga sebaliknya.

Dan menurut rangkuman dari materi dosen saya Cloud Computing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu
jaringan/ internet
2. Pemanfaatan aplikasi melalui komputer yang terkoneksi melalui internet
3. Teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengolah
data dan aplikasi

Dan saya sendiri menyimpulkan Cloud Computing ialah kumpulan dari software komputasi dan layanan yang disediakan dari jaringan server serta teknologi yang menggunakan internet dan remote server terpusat untuk maintain data dan aplikasi.

Bagaimana penjelasan saya? Sudah sedikit membuka gambaran tentang Cloud Computing?